Carlos Tevez: Mancini Memperlakukan Saya Seperti Anjing

Carlos Tevez Manchester City

Striker Manchester City Carlos Tevez mengaku bahwa manajer Manchester City Roberto Mancini memperlakukan dirinya seperti seekor anjing sehari sebelum dirinya kembali ke klub. Tevez yang telah lama tidak bermain untuk City karena menolak untuk melakukan pemanasan pada pertandingan Liga Champions melawan Manchester City. Namun, kini Tevez telah bersiap untuk kembali ke Manchester City untuk membantu City merebut gelar liga Inggris.

“Ya, ini merupakan sebuah keputusan yang saya ambil untuk memenangkan pendukung sejak apa yang terjadi ketika melawan Bayern,” ujar Tevez. “Saya percaya mereka diberikan informasi yang salah. Mereka tidak diberitahukan faktanya, jadi ketika mereka diberitahukan bahwa saya tidak ingin bermain untuk City, mereka melawan saya secara natural.”

“Jika seorang pemain tidak ingin bermain untuk klub yang membayar gajinya, ini merupakan hal yang normal untuk melawan pemain itu. Saya tidak dapat mengerti apa yang terjadi. Saya bersumpah, seperti pemain manapun. Saya memberikan segalanya untuk kluk dan ketika saya melihat mereka membakar kaos saya, atau melontarkan hinaan kepada saya, hal tersebut sungguh menyakitkan. Saya memberikan segalanya untuk klub itu dan apa yang saya cintai adalah bermain sepak bola.”

Tevez juga menyatakan bahwa dia tidak pernah menolak untuk bermain dan lanjut memberikan versi kejadian dari dirinya dan menyalahkan Mancini atas kejadian tersebut. “Saya sedang berada dalam mood yang buruk dan ketika dia menurunkan De Jong dan membawa Dzeko istirahat dan kami kalah 2 – 0, saya kira itu pergantian untuk pertahanan jadi saya memutuskan untuk duduk kembali di bangku-cadangan.”

“Saya telah melakukan pemanasan selama 10 menit dan dia menunjukkan kelakuaan bahwa dirinya lebih memilih untuk kalah 2 – 0 daripada 4 – 0, oleh sebab itu saya duduk kembali dan pada waktu yang sama, Dzeko yang diturunkan sangat marah dan berdebat dengan Mancini. Dzeko kemudian melihat bahwa terowongannya masih ditutup jadi dia kembali untuk duduk disampingnya dan mereka mulai berargumen.”

“Dzeko berbicara dalam bahasa Bosnia dan Mancini menyumpahinya dengan bahasa Italia, Ini merupakan sebuah kekacauan. Saya dating dan duduk, tetapi Mancini tidak melihat saya karena dia sedang berdiskusi. Tetapi ketika dia berbalik dan melihat saya dan kamu bayangkan apa yang terjadi. Dia sedang berada didalam tengah argument, jadi dia terus meminta saya untuk melakukan pemanasan dan memperlakukan saya seperti anjing.”

“Ketika dia berbicara kepada saya dalam nada seperti itu, Saya berkata tidak, saya tidak akan keluar. Saya akan bermain, tetapi pelatih sedang berada dalam mood yang salah karena argument dengan Dzeko, dia melampiaskannya kepada saya. Dia mulai menyumpahi saya, jadi itulah dirinya, karena diri saya saat itu masih tenang dan berbicara dengan Zabaleta. Mancini mengucapkan hal hal yang buruk kepada saya.”

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *